Objek wisata unik ini berada di Jalan Wates km 12, Dusun Sundi, Argorejo, Sedayu, Bantul. Sangat mudah ditemukan dari pusat kota Jogja. Untuk berkunjung ke kebun buah seluas 4.800 meter persegi ini para pengunjung akan dikenakan harga tanda masuk yang sangat murah. Bermodal Rp 10.000,- sudah dapat berkeliling dengan dipandu mereka yang tahu betul tentang seluk beluk buah langka.

Meski tergolong baru bisa dibilang bahwa Kebun Buah Sedayuh Sedayu adalah salah satu dari segelintir kebun buah langka di tanah air. Dengan demikian tentu sangat disayangkan bila berkunjung ke Jogja tidak mampir ke objek wisata yang satu ini.Di kebun buah langka Sedayu, semua organik. Baru tahu juga, adabuah Jeruk yang bisa dimakan tanpa dikupas, makan sama kulitnya, jeruk mungil Nagami. Ada mundu, tin, jambu, dan ratusan jenis pohon buah lain. Beberapa memang sudah termasuk langka, si. Maksudnya, jarang kita jumpai.

Selesai muter dan take photo, kita istirahat, di sejenis rumah. Apasiya namanya, bukan gazebo, bukan hall, ya pokonya aku mention sebagai rumah. Kalau aku lebih terkesan sama gaya rumah simple tapi homy gini, daripada rumah shabby atau rumah mewah.  Rumah simple tapi elegan dengan furniture kayu, nggak banyak  aksesorinya, ada kolam ikannya, dan dengan ratusan pohon buah. Semoga kapan aku bisa punya ya, rumah begitu. Nilot di sana terkesan sama kolam ikannya, kalau bapaknya Nilot terinsipirasi sama gaya rumahnya, kalau aku sama lemonteanya, ada free lemontea yang beneran seger. Nilot habis 3 gelasan.

“Awalnya memang hanya dinikmati sendiri. Tapi kemudian tercetus ide untuk membuka secara umum menjadikannya sebagai tempat wisata. Agar masyarakat bisa tahu dan belajar mengenai berbagai jenis tanaman buah yang ada di sini,” katanya.

 

“Di sini ada 55 keluarga tanaman, mulai keluarga sawo, jambu, dan lain-lain,” kata Ardi belum lama ini. Mengumpulkan buahbuah lokal langka diakui Ardi bukan hal yang gampang. Dia harus mencari ke beberapa kolektor tanaman buah di beberapa kota, termasuk mencari informasi dari orangorang tua di perkampungan. Sedangkan, jenis tanaman dari luar negeri, dia datangkan khusus dari negara asalnya. Karena sudah termasuk buah langka, Ardi harus mengeluarkan kocek yang tak sedikit. Menanam buah-buahan langka termasuk buah-buahan dari luar negeri bagi Ardi bukan hal yang sulit, dengan catatan masih tergolong tanaman dari wilayah tropis.

Pada dasarnya pemupukan tetap harus dilakukan secara tepat supaya buah yang dihasilkan berkualitas. Kini tanaman buah di kebun miliknya pun sudah bisa dicicipi. Bahkan, ada buah jeruk nagami dari Jepang yang bisa dimakan sekaligus kulitnya. “Orang yang berkunjung bisa menikmati buah-buah yang ada,” ungkapnya. Sebagai kebun buah langka, pengunjung pun banyak yang berdatangan, terutama saat hari liburan. Tak hanya pelajar yang diajak guru-guru mereka untuk mengenalkan berbagai jenis tanaman buah, mereka yang datang ada pula warga yang sudah bekerja dan ingin belajar menanam buah, atau sekadar mencicipi buah yang dulu pernah dinikmati semasa kecil dan kini sudah langka.

Categories: Info Wisata Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *